Info Akademik
Lowongan Kerja 2016

Dibutuhkan tenaga baru untuk bagian administrasi dengan persyaratan:

1.  Lulus minimal SLTA, Max. D3 (sekretaris/ Akutansi)

2.  Menguasai office

3. Diutamakan memiliki kemampuan kerjasama dalam tim, Tanggungjawab dalam menjalankan tugas

Surat lamaran ditulis tangan disertai foto copy ijazah, Daftar Riwayat Hidup, Foto copy KTP, pas foto 4 x 6 1 lembar, serta foto copy surat Baptis (bagi yang beragama Katolik) dikirim ke Ketua STKIP Widya Yuwana Madiun, Jl. Soegijopranoto Tr.pos 13 Madiun. (pada pojok kiri bawah ditulis : Lamaran Pekerjaan). atau dapat dikirim lewat email : widyayuwana@gmail.com dalam bentuk pdf.  Lamaran ditutup Tgl. 30 Juni 2016.

Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1
mod_vvisit_counterYesterday0
mod_vvisit_counterThis week1
mod_vvisit_counterLast week0
mod_vvisit_counterThis month1
mod_vvisit_counterLast month0
mod_vvisit_counterAll days89563

 

Agustinus Wisnu Dewantara gondol Doktor

Berkat Teliti Pandangan Soekarno tentang Gotong Royong

 

Agustinus Gondol Doktor Berkat Teliti Pandangan Soekarno tentang Gotong Royong

(Agustinus Wisnu Dewantara bersama keluarga)

STKIP Widya Yuwana Madiun, Berkat meneliti pandangan Soekarno tentang gotong royong, Agustinus Wisnu Dewantara berhasil menggondol gelar doktor.

Agustinus Wisnu Dewantara, Dosen STKIP Widya Yuwana, Madiun, Jawa Timur, ini mengatakan, gotong-royong dapat menjadi dasar nasionalisme Indonesia yang dibangun atas dasar kebersamaan. Bahkan memiliki dimensi kemanusiaan yang justru dapat menjadi pengikat kebersamaan antarbangsa. Sebab, makna gotong royong dalam pandangan Soekarno yaitu kerja bersama-sama, saling bantu, bantu-membantu, kerja sama, musyawarah untuk mufakat dan saling menghargai sebagai bangsa. Meski gotong royong sebenarnya sudah melekat pada jiwa bangsa Indonesia, dalam praktiknya gotong royong harus diejawantahkan dalam etos bersama untuk selalu dan terus diperjuangkan.

“Gotong-royong sebagai sebuah nilai memang bersifat tetap dan objektf adanya, tetapi praktik gotong-royong yang diejawantahkan dalam etos bersama ternyata harus selalu diperjuangkan,” kata Dewo ketika menyampaikan hasil penelitiannya tentang makna “Gotong -royong menurut Soekarno dalam perspektif Aksiologi Max Scheler” pada ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Fisafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (22/7/2016).

Seperti dikutip dari siaran pers Humas UGM, Senin (25/7), di hadapan tim penguji yang diketuai Dekan Filsafat UGM, Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin, Dewo mengemukan Soekarno mengumandangkan negara gotong-royong dalam pidato 1 Juni 1945. Pada saat itu Soekarno hendak menawarkan dasar negara yang mengakomodasi semua elemen bangsa dalam bingkai kebersamaan.

Dewasa ini, kata Dewo, nilai gotong royong  menemukan tantangan besar dengan berbagai fenomena kerusuhan dan konflik yang merongrong rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

Menurutnya, gotong royong layak menjadi nasionalisme Indonesia. Karena itu, nasionalisme Indonesia dibangun atas dasar kebersamaan dan bukan bersifat chauvinistis.

“Gotong-royong memiliki dimensi kemanusiaan yang justru bisa menjadi pengikat solidaritas dan kebersamaan antarbangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan nilai gotong-royong dalam paradigma dewasa ini dapat diterjemahkan dengan bersama-sama membangun hidup politik dalam bingkai kebersamaan. Nilai gotong-royong secara khusus mempunyai relevansi langsung pada paradigma Trisakti yang ketiga, yakni berkepribadian sebagai bangsa.

“Oleh karena itu, nilai gotong-royong menyangkut kerpribadian bangsa dan menjadi bagian dari budaya Indonesia,” katanya.

Ia menyinggung program revolusi mental yang didengungkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan upaya melakukan revolusi sikap dan karakter sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Korea Selatan. Namun, revolusi karakter memerlukan panduan nilai.

“Bangsa Indonesia tentunya tidak perlu mengimpor nilai dari luar karena ada banyak nilai luhur yang sudah tertanam sejak dahulu kala, yakni nilai gotong-royong,” pungkasnya. (adm)

Last Updated (Thursday, 28 July 2016 02:36)

 

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah TanggaPaguyuban Peduli Pendidikan Calon Katekis (P3CK) silahkan diunduh pada link di bawah ini :

http://widyayuwana.ac.id/jurnal/tulisan/AD_ART_P3CK.pdf

 

Kami atas nama Pengurus Paguyuban Pendidikan Peduli Calon Katekis (P3CK) menyapa para Alumni AKI/ STKIP Widya Yuwana Madiun di manapun berada dan siapapun yang tergerak hati dalam Pendidikan Calon Katekis di STKIP Widya Yuwana Madiun, dapat mengirimkan bantuan dana lewat:

Nama                 : STKIP Widya Yuwana

Nama Bank        : BRI Kantor Cabang Madiun

No. Rekening      : 0045-01-019943-53-6

(buku rekening dapat diunduh pada link nomor rekening di atas)

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi RD. Agustinus Supriyadi No. Telp. 0351-463208 atau lewat email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Last Updated (Wednesday, 04 May 2016 03:20)

 

Berdasarkan surat keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 492.a/M/Kp/2015, tentang Klasifikasi dan Pemeringkatan Perguruan Tinggi di Indonesia Tahun 2015, maka STKIP WIDYA YUWANA MADIUN berada pada peringkat 313 dari 3.320 perguruan tinggi di Indonesia.

Info selengkapnya dapat diunduh di

http://ristekdikti.go.id/sk-klasifikasi-dan-pemeringkatan-perguruan-tinggi-di-indonesia-tahun-2015

 

Last Updated (Friday, 05 February 2016 05:30)